Kamus Crypto

Apa Itu LTH vs STH? Long-Term Holder vs Short-Term Holder di Bitcoin

LTH (Long-Term Holder) adalah pemegang Bitcoin >155 hari; STH (<155 hari). Rasio LTH/STH dipakai analis on-chain untuk membaca siklus bull/bear.

On-Chain AnalyticsBitcoin

LTH/STH ratio adalah metrik on-chain yang membandingkan proporsi Bitcoin yang dipegang oleh Long-Term Holder (pemegang >155 hari) versus Short-Term Holder (pemegang <155 hari) — dan rasio ini adalah salah satu sinyal paling diandalkan analis on-chain untuk membaca siklus pasar Bitcoin.

Definisi LTH dan STH

Glassnode, platform data on-chain terkemuka, menetapkan batas 155 hari sebagai garis pemisah:

  • Long-Term Holder (LTH): wallet yang tidak memindahkan Bitcoin selama lebih dari 155 hari. Mereka dianggap “tangan kuat” (strong hands) — kurang reaktif terhadap volatilitas jangka pendek.
  • Short-Term Holder (STH): wallet yang baru membeli atau memindahkan Bitcoin dalam 155 hari terakhir. Kelompok ini lebih sensitif terhadap pergerakan harga dan cenderung menjual saat panik.

Angka 155 hari bukan angka sembarangan — analisis historis menunjukkan koin yang bertahan lebih dari periode ini sangat jarang dijual selama koreksi biasa, sehingga dianggap sudah “matang” sebagai kepemilikan jangka panjang.

Cara Membaca LTH/STH Ratio

Rasio ini bergerak secara siklus mengikuti pola bull-bear Bitcoin:

Fase Bear Market / Akumulasi: LTH supply meningkat karena retail menjual kepanikan, sementara investor berpengalaman justru mengumpulkan. Saat LTH supply melampaui 75% dari total BTC beredar, itu sinyal bahwa pasar mendekati dasar siklus.

📊 Pada puncak bear market 2022–2023, LTH supply melampaui 76% dari total BTC beredar — level tertinggi dalam beberapa tahun. Bitcoin kemudian rally dari ~$16.000 ke $69.000 pada akhir 2024.

Fase Bull Market / Distribusi: Seiring harga naik, LTH mulai merealisasikan keuntungan dan menjual ke STH baru yang masuk. LTH supply turun ke 60–65%, sementara STH supply naik. Ini pertanda distribusi sedang berlangsung — biasanya mendekati puncak siklus.

Lihat juga: SOPR (Spent Output Profit Ratio) yang mengukur apakah holder sedang jual untung atau rugi — metrik pelengkap LTH/STH.

LTH/STH dalam Konteks MVRV dan HODL Waves

LTH/STH ratio paling kuat jika dibaca bersama metrik lain:

  • MVRV Ratio: membandingkan market cap dengan realized cap. MVRV tinggi + LTH mulai jual = sinyal puncak ganda.
  • HODL Waves: visualisasi distribusi umur koin. Ketika “biru tua” (koin >1 tahun) mendominasi chart, LTH supply sedang tinggi.
  • Exchange Inflow LTH: jika LTH mulai mengirim Bitcoin ke exchange dalam jumlah besar, itu tanda distribusi aktif — bukan sekadar hold.

Kombinasi ketiganya memberi gambaran lebih utuh tentang di mana posisi siklus sekarang dibanding hanya mengandalkan harga.

Keterbatasan Metrik Ini

LTH/STH ratio bukan lampu hijau untuk beli atau sinyal jual yang pasti. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Koin yang hilang ikut dihitung. Estimasi 3–4 juta BTC hilang permanen (private key tidak bisa diakses) tetap masuk hitungan LTH supply, sehingga angkanya bisa sedikit overstated.
  2. Tidak menangkap ETF custody. Bitcoin di spot ETF (seperti BlackRock IBIT) mungkin bergerak di level custodian tapi tidak tercatat sebagai perpindahan on-chain, sehingga bisa mengaburkan data STH.
  3. Siklus bisa berbeda. Adoption institusional yang masif bisa mengubah pola historis yang selama ini jadi acuan.

Gunakan LTH/STH sebagai salah satu lensa analisis, bukan satu-satunya dasar keputusan. Pelajari juga on-chain analytics secara lebih luas untuk memahami konteks data ini.


⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan saran keuangan atau investasi personal.

Belajar DeFi Langsung — Bukan Hanya Teori

WhaleX Masterclass 2 Hari: dari setup wallet sampai LP DeFi aktif menghasilkan. Praktik langsung, dipandu mentor berpengalaman.

Lihat Jadwal Kelas →

Pertanyaan Umum

Apa itu LTH STH ratio di Bitcoin?

LTH/STH ratio adalah perbandingan antara jumlah Bitcoin yang dipegang Long-Term Holder (>155 hari) dibanding Short-Term Holder (<155 hari). Rasio tinggi menandakan supply dikuasai tangan kuat — historis terjadi di fase akumulasi akhir bear market sebelum rally besar.

Berapa angka LTH supply yang menandakan puncak atau dasar pasar Bitcoin?

Ketika LTH supply menyentih 70–75% dari total BTC beredar, pasar historis mendekati fase distribusi (puncak bull). Sebaliknya, saat LTH supply di atas 75% dengan harga rendah, itu sinyal akumulasi. Data Glassnode mencatat LTH supply sempat melampaui 76% saat Bitcoin di zona $16.000–$25.000 pada 2022–2023.